Sunday, July 18, 2010

INCEPTION (2010)



Pada dasarnya plot cerita dalam Inception sangatlah sederhana. Film Sci-fi Thriller ini berkisah tentang dunia mimpi (alam bawah sadar) dan profesi pencuri ide melalui mimpi. Dalam universe Inception, pekerjaan mencuri ide melalui mimpi merupakan hal yang "wajar" bahkan dapat menjadi sebuah profesi dengan bayaran yang mahal. Siapa yang tidak tertarik untuk memasuki alam bawah sadar seseorang dan "mencuri' ide atau rahasia terdalam dari seseorang. Bisa kebayang, kan kalo bisa masuk alam mimpi Steve Jobs dan ngebuat perusahaan saingan...wakakakak...

Walaupun terkesan sederhana, pencurian ide dalam mimpi seseorang tidaklah semudah nyolong permen di warung. Pikiran dan alam bawah sadar manusia merupakan tempat yang sangat kompleks. Di film inilah ditunjukkan betapa hebatnya alam bawah sadar manusia dengan segala kenangan, rahasia terdalam, harapan, prasangka, penyesalan. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah "tim pencuri mimpi" yang handal. Tim ini biasanya tediri dari The Extractor (bertugas sebagai pencuri ide dalam mimpi), The Point Man (bertugas untuk mengumpul semua data mengenai target yang dituju, hal ini sangat penting untuk mengetahui karateristik mimpi yang akan dituju) dan The Architect (bertugas membuat dunia dalam mimpi)

Pada opening scene, diperlihatkan Dom Cobb (Leonardo DiCaprio) seorang Extrator handal dan juga seorang buron yang berusaha mencuri informasi rahasia dari seorang pengusaha powerful bernama Saito (Ken Watanabe) yang dapat membebaskan dirinya dari segala tuduhan sehingga dia dapat pulang menemui anak-anaknya.




Bersama timnya yang terdiri dari si Point Man, Arthur (Joseph Gordon-Levitt) dan si arsitek mimpi, Nash (Lukas Haas) Dom dapat membuat dunia mimpi dalam mimpi, bingung, kan? hahaha... Well, intinya ketika tidur kita semakin nyenyak, pikiran alam bawah sadar kita pun semakin kuat sehingga mimpi kita pun semakin dalam. Ibaratnya kayak level mimpi gitu, deh. Semakin dalam sebuah mimpi, semakin me-reveal pikiran kita sesungguhnya.



Usaha ini gagal, dikarenakan Saito menyadari bahwa semuanya hanyalah mimpi pada level kedua mimpinya. Walaupun pada akhirnya Dom gagal mencuri informasi tersebut. Saito akhirnya menyewa Dom beserta timnya untuk melakukan sebuah tugas yang sangat sulit yaitu melakukan "Inception" atau menanamkan ide kepada seseorang melalui mimpi. Targetnya adalah Robert Fischer Jr. (Cillian Murphy) yang merupakan penerus sebuah perusahan besar yang merupakan saingan Saito. Awalnya Arthur menentang ide ini dikarenakan menanamkan ide dalam benak seseorang sangatlah sulit dan rumit. Karena jika melakukan kesalahan sedikit, hal ini dapat berimbas kepada personality orang tersebut. Dan hal ini semakin dipersulit karena alam bawah sadar Dom yang dihantui oleh kenangan terhadap Mal (Marion Cotillard) istrinya yang telah meninggal.

Dom akhirnya menerima tawaran ini, karena Saito dapat menjamin kebebasannya agar dapat bertemu kembali dengan anak-anaknya. Untuk melaksanakan tugas sulit ini Dom membentuk tim baru, dia meng-hire Eames (Tom Hardy) sebagai The Forger yang bisa menjelma menjadi orang terdekat seseorang dalam sebuah mimpi, Ariadne (Ellen Page) sebagai arsitek mimpi yang baru dan Yusuf (Dileep Rao) sebagai ahli kimia yang dapat menciptakan zat sedatif yang sangat kuat dikarenakan untuk melakukan "Inception" harus dibutuhkan tidur yang panjang sehingga dapat mencapai level ke 3 dalam mimpi seseorang.

Aturan dalam dunia mimpi sebenarnya sangat simpel, waktu di dunia mimpi akan terasa lebih lama dibandingkan dengan waktu alam sadar kita dan apabila seseorang mati di dalam mimpi, otomatis dia akan langsung terbangun. Akan tetapi, obat sedatif yang terlalu kuat seperti yang digunakan dalam melakukan "Inception" dapat membuat kita terjatuh ke dalam level "Limbo" yaitu sebuah keadaan dimana diri kita terjebak di alam mimpi untuk waktu yang sangat lama bahkan terasa sampai berabad-abad. So, the team should be watch out for that.


Will Dom and his team succeeded? Well, I guess you have to watch by yourself because I hate spoiler so much! Sepertinya gue bilang dalam postingan sebelumnya kalau Nolan selalu memasukan banyak twist dalam filmnya. So, I hate to spare too many details here.

My verdict is, this movie is amazing! INGENIOUS! Terlepas dari kualitas akting para aktornya yang gak perlu diragukan lagi. Ide cerita film ini sangat one of a kind. Sepertinya Nolan memang suka bermain dalam kompleksitas pikiran dan memori manusia yang dapat mempengaruhi emosi seseorang. Look what Nolan did in Memento, Insomnia and The Prestige (I totally recommended those films, guys) Bahkan dalam The Dark Knight pun, The Joker sukses mengobrak-abrik emosi Batman dengan seluruh kegilaannya. And I definitely love the ending, sangat khas Nolan. The ending that'll make you discuss it over and over with other movie junkie.

Nolan sendiri menghabiskan waktu hampir 10 tahun dalam men-develop cerita ini dan melakukan banyak riset mengenai mimpi dan alam bawah sadar manusia. Inception berhasil menunjukan betapa kompleksnya pikiran seseorang dengan begitu banyak layer serta kedalaman yang harus ditempuh untuk dapat mempengaruhi (memanipulasi) pikiran seseorang. Semakin dalam pikiran seseorang semakin sulit untuk dipengaruhi.

I guess, Inception will be my best summer movie this year. I love the great feeling that I had when I watched it.

1 comments:

Robert - a.k.a - ravenheart said...

Great review! Btw gak dimasukin re blog movie review elo, pet? Haha...

Anyway, Inception emang filem keren, meskipun big ideanya ga original tapi plot cerita sama penjelasan2 di dalamnya mantep banget :-)