Tuesday, December 09, 2008

Terima Kasih

Ada sebuah postingan yang ditulis oleh orang yang tidak gue kenal sama sekali mengenai salah seorang teman dekat gue selama 3 tahun di dunia perkuliahan. Entah kenapa postingan tersebut menganggu gue. Jangan salah sangka dulu, tulisan tersebut nggak membicarakan hal buruk mengenai temen gue itu. Sama sekali tidak. Postingan itu merupakan ungkapan rasa terima kasih si Penulis kepada sahabat gue itu.

Terima kasih. Yep, kata yang jarang sekali terucapkan dengan sepenuh hati pada banyak pribadi yang terlibat dalam semua aspek kehidupan gue selama 21 tahun terakhir. Entah itu untuk sahabat, mamah, papah, adik, eyang bahkan supir Trans BSD yang setia mengantar gue ke Kampus hampir setiap hari. Terima kasih lebih sering dilisankan tanpa ‘rasa’, tanpa ketulusan, tanpa syukur. Yang ‘menganggu’ dari postingan tersebut adalah ‘stranger’ yang mengucapkan rasa terima kasih secara tulus kepada sahabat gue itu. Padahal yang dilakukan oleh sahabat gue adalah hal yang setiap saat selalu dia lakukan untuk gue dan bahkan udah menjadi part of her habit, sehingga terasa ‘biasa saja’. Sedangkan si Penulis hanya ‘mencicipi’ part of her habit selama dia magang di kantor tempat temen gue kerja pada waktu itu. Sedangkan gue melahapnya 3 tahun penuh, lengkap dengan appetizer, main course hingga dessert-nya.

Memang seringkali kita cepat merasa bosan dan malas berterima kasih kepada hal yang ‘mudah didapatkan’ dalam kehidupan kita. Sering ditolongin teman, sering dianterin, minta handphone baru langsung dibeliin, merengek dibeliin baju baru tinggal tunjuk, pengen jalan-jalan langsung booking ticket dan masih banyak berjuta hal yang sangat mudah didapatkan dalam kehidupan ini. Dan gue salah satu orang yang mendapatkan privilege tersebut.

Ada banyak pribadi yang sangat baik serta tulus yang selalu ada di dalam kehidupan gue. Nyokap yang terlalu setia ‘hampir selalu’ menuruti hal-hal materi yang gue minta ke beliau sehingga gue ngambek ketika gak dibeliin macbook terbaru, sahabat-sahabat yang selalu dengan ‘sibuk’ menolong tanpa gue minta dan membela gue dengan gagah berani ketika seseorang berlaku semena-mena terhadap diri gue, Eyang yang selalu terlalu care sehingga seringkali gue berbicara dengan menggunakan voice tone yang tinggi, Bokap yang mengorbankan jarak dengan keluarga supaya bisa menyekolahkan gue dan ‘hanya’ berharap agar gue berhasil di masa depan meraih apapun yang gue impikan.

Kadang-kadang gue bertanya “how could I deserve them?” Banyak sekali ketidak tulusan yang menghinggapi diri dan menganggap remeh setiap bantuan yang disertai ketulusan yang diulurkan oleh orang-orang terdekat gue. Mungkin karena ‘terlalu’ mudah untuk didapatkan sehingga malas berterima kasih dan merasa ‘biasa saja’. Ibarat minum air putih dan makan nasi. Rasa terima kasih dan syukur justru lebih sering dibisikkan secara tulus oleh orang-orang yang hanya numpang lewat atau sekedar ‘mencicipi’ privilege yang gue miliki. Hal itu yang dilakukan oleh musafir tua yang lewat didepan rumah ketika gue hanya memberikan seribu perak. Hal yang sama juga dilakukan oleh Fryda, si Penulis blog yang memberikan satu postingan (dengan judul posting menggunakan nama sahabat gue) khusus untuk ‘hanya’ berterima kasih atas habit Icut yang selalu gue rasakan setiap hari selama gue kuliah (bahkan hingga saat ini).

What am I doing so far? Mengucapkan terima kasih dengan lantang dan penuh basa-basi.



Monday, December 08, 2008

In a good mood...

Just wanna say..I'm in a total good mood +nyengir-lebar+

Seneng banget, deh.. kalo lg di posisi kayak gini. Berhenti sejenak untuk mengkhawatirkan hal-hal yang sebenernya nggak perlu dikhawatirkan. Bersenang-senang, bermalas-malasan, food pleasuring, ketemu sama sahabat-sahabat belahan jiwa gue...hehehe...

Nonton film 'The Happening' yang aneh (film-nya M. Night Shyamalan emang selalu aneh..hehe) aja terasa indah..huehehe... Eh, eh..gue nggak bisa nahan, nih untuk nggak ngasih komen soal film ini..hihi.. Asli, gue nggak ngerti tentang apa film ini, apakah adegan Mark Wahlberg ngobrol dengan tumbuhan plastik adalah metafora bahwa ngomong sendirian sama benda mati adalah hal cool untuk dilakukan?? (Ini Mark Wahlberg, gituu...) Gue sering, lho ngomong sama layar komputer gue...huahaha...berarti gue emang super-duper-cool dan 100% waras!

Karakter Mark Wahlberg sebagai Guru SMA (namanya Elliot..sapa gitu..) miscast banget, deh! Mark, bener-bener nggak cocok! Mungkin gue udah sangat terbiasa ngeliat dia sebagai tough guy atau acid-tongue person (which I really like it! sexy!) Gue bener-bener tidak merekomendasikan film ini buat ditonton. Kayaknya 2 film terakhir (The Happening & Max Payne) si Marky Mark ini memang nggak gitu seru... Abis ini gue berencana buat nonton 'Tropic Thunder' Jack Black-nya pasti kocak banget...hehe...

Speaking of Mark, Gue suka banget dengan akting Jude Law di 'Sleuth' +kagak nyambung+ Nonton, deh..tidak mengecewakan, tapiiii.....this film ain't got a good ending, not in my taste at all. Mmm...mau posting apa lagi, yaaa...hehe.. Kadang-kadang kebahagian bisa memabukkan banget! hehe.. Kayak sekarang aja, gilirin lagi gue seneng, gue nggak tau mau posting apa lagi. Giliran lagi meltdown, gue bisa posting panjang lebar buat ngasih tau dunia gw lagi melting down, jadi drama-queen, jadi shakespeare's darling..HUEHEHE... Curang, yaaa..? giliran susah, keluh-kesah dibagiin udah kayak barang gratis..eh, giliran seneng, gue menjadi pelit.

Oke, deh...secara gue lagi pelit.. I have a good rhyme for you...it's funny and one of my fave..check this out..

Cinderella's on her bedroom floor
She's got a crush on the guy at the liquor store
Cause Mr. Charming don't come home anymore
And she forgets why she came here
Sleeping Beauty's in a foul mood
For shame she says
None for you dear prince, i'm tired today
I'd rather sleep my whole life away than have you keep me from dreaming

Cause i don't care for you fairytales
You're so worried bout the maiden though you know
She's only waiting on the next best thing

Snow White is doing dishes again cause
What else can you do
With seven itty-bitty men?
Sends them to bed and calls up a friend
Says will you meet me at midnight?
The tall blonde lets out a cry of despair says
Would have cut it myself if i knew men could climb hair
I'll have to find another tower somewhere and keep away from the windows

(Sara Bareilles-Fairytale, Careful Confessions)

Hehe...lucu, nggak? I hope you find it funny too, it's my kind of funny...hihi...
Cheers, smell u later...have a good day...Happy Idul Adha..
+gadispelitsigningoff+


Monday, December 01, 2008

My life so far....

Photobucketimage taken from here

Unnecessary posting, indeed…Hehehe… Only people got nothing to do (or Jobless) write a recap about her life…

A week ago, I did something that I’ve never done it before… Nope, it’s not like killed-people-or-robbed the-bank-kind-of-thing…hehe… After long time deciding (halah..) Actually, not really… I didn’t even ‘think' at all. Finally, I decided to send my 2 short stories to the most in teen-magazine in our country…Huehehe… Let’s wait and see, did my short stories qualify enough to be published in their magazine. I am not telling anyone, yet (I mean, my close friends or my family) I wanna keep it as a surprise for them, or I could say that, I wanna keep it also for MYSELF.

Most of the time in my life, I am always in the moment when I got something big or important to do. I flinched, then I go back forth. Hide. Or as-in-a-pathetic-coward-term, runaway. I couldn’t explain why, it’s still got a big question mark in my head. Maybe, it’s more like a compulsion to me. Last time I checked, I’ve never done something big in my life. Let say, letting a very nice guy come into my life or share about my true-feeling to somebody. I am sooooo rarely to do that, even to my best buddies. I got this thing, you know… I feel like, If I let people knew about my true-feeling (or myself) they would judge me. Even though, I knew my best friends are the last people on the planet who will do that. But it took lot of courage from me to do such thing. And that’s that. That’s the moment. I flinched and then, I ran.

According to that, send my 2 short stories to a teen-magazine publisher is quite a big deal for me. But I think, I’m still pretty much ‘safe’ because it’s all ‘just’ my writings that will they judge, not ME. Huuu…Sounds like a total freak isn’t it? Writing for me is the safest thing to do. People don’t need to see my face, my facial expression, my gesture and even my real voice. You could imagine, how often meeting new people in a new office/school is scary like hell to me. But, I always tried to overcome all that stuff. Because I know, I wouldn’t ever get what I want in life, if I am always flinching.

I’m always said to myself to stop worrying too much, tomorrow is always a new day. Let’s start over and try one more time, ready to working hard a little bit. Be brave and stop being such a chicken shit. Always do one thing that scares you everyday! (Quote from Eleanor Roosevelt on Sitta Karina’s ‘Satu Hari Berani’). You’re gonna be okay, believe in yourself and as always, believe in your dreams!

By doing it, I feel surrounded by positivity. Fear is a mind’s toxic, highly poisonous. Despite all the fact, sometimes I’m being vulnerable. I’m overcome it pretty well so far (See? even I’m positively going to publish this posting into my blog). How about you? If I can overcome it, so do you.


Sayonara. Adios. Arriverdaci. Bye.

See u, have a good day.