Monday, May 19, 2008

Pre-Final Task Syndrome

Scream

Firstly, salam damai penuh kegembiraan atas keberhasilan Tim Uber Indonesia melaju ke babak final…hehehe…walaupun hanya bisa jadi runner-up...better be runner-up than never...

So here I am, in the middle of preparation for my final task a.k.a penulisan laporan magang dan tugas akhir (Iya! lo semua gak salah baca, ada D-U-A tugas akhir yang harus gw buat sebagai syarat kelulusan dari kampus gw tercintah). Sejujurnya ini membuat gw agak nervous +sambil ngelap keringet+. Alhamdullilah, serangan stress belum menyerang but I believe, it will be happening soon.

Mulai aja gw belum, still far from that…Apalagi ditambah dengan deadlinenya yang bulan September, kalo dipikir-pikir itukan tinggal 4 bulan lagi. WHAT THE %#@$%@!?

Pikiran-pikiran negatif “what if” menari-nari lagi, nih di otak gw....bikin suasana tambah horror. Apalagi setelah nge-baca buku pedoman penulisan laporan magang sama tugas akhir a few minutes ago. Then, I came with one conclusion, “BUSET, dah..banyak bener persyaratannya”. Can I do all of that in 4 months? +cross finger+

Well, I don’t know…100% sure I really don’t know either I could handle it or not. Mungkin ini juga sindrom “first step is always harder”. Memulai itu yang sulit, padahal kalo udah dikerjain ternyata “Hey, it ain’t that hard”. Kayak magang hari pertama, I was like sooooo…..want to get out from that office, but after few weeks, I was pretty much good to handle it, even though I’ve to admit that was pretty boring but it ain’t as bad as my expectation. Sometimes your own mind is a poison, apalagi si sindrom negatif “what if”.

Hal yang paling mudah dilakukan adalah GIVING UP atau mati aja sekalian. Tapi berhubung kalo mati aja, gw masuk neraka, mendingan gw berusaha survive buat idup…hehehe…

Surviving is hard, but is very doable, gw aja yang sering banget gak sabaran untuk ngejalanin dan menikmati prosesnya. Oprah Winfrey said “It is not a failure, if you enjoy the process”

Very inspiring isn’t it?….. Sooo, kalo berjuta-juta orang bisa ngebuat dan ngejalanin penulisan laporan magang dan tugas akhir dan ditambah LULUS pula. Why couldn’t I? Kenapa jadi takut gak bisa? Padahal sama-sama napas, sama-sama makan nasi, sama-sama suka ngutang +huehehe...gw doang kaleee...+

Sooo.. Take a deep breath. Have a good sleep and eat (surely…this is help much) Believe in yourself. Do what you gotta do. And Pray.

Alrite. Hopefully, posting hari ini bisa ikut memberi semangat buat temen-temen di posisi yang sama dengan gw saat ini. Semoga tahun ini kita semua bisa ngejalaninnya tanpa hambatan yang berarti and of course, LULUS dengan nilai yang memuaskan.


Good Day and Good Luck.

see u





Monday, May 12, 2008

Manusia Setrikaan

Heihoho…..
Back with me on this lovely day, hari dimana gw gak masuk kuliah dikarenakan penyakit-penyakit yg (sebenernya) gak terlalu parah..huehehe..only sariawan dan sakit tenggorokan…BUT that’s enough reason to stay out little bit from my daily un-passionate life...huehehe..
Okei dokey, postingan kali ini…I’ll do it again my so-called-movie-review…
Sebagai permulaan, I’ve seen this movie twice, dengan siapa dan kapan, u don’t have to know…(huehehe..siapa juga yang mau tau…)
This movie called……. (diiringi dengan bunyi genderang yang bertabuh ramai……)
Parapapapap..jreng, jrengggg......

Photobucket

IRONMAN aka Manusia Setrikaan..hueheheheh
Well, i know, i know...agak lebai memang…
So, straight to point…gw memberi 2 bintang dari 5 bintang untuk film ini secara keseluruhan cerita. Seperti biasa film-film kyak gini emang bertujuan bwt menghibur mata aja. Good special effects though, walaupun gak segokil Spiderman.
Satu lagi tips dari gw kalo nonton Ironman (atau film-film setipe-nya) stop questioning hal-hal yang masuk akal, seperti:
1. Kenapa bisa tubuh manusia normal (walaupun “terlindungi” oleh kostum Ironman) bisa melakukan manuver layaknya pesawat jet tanpa terjadi efek apapun?
2. Kenapa rudal-rudal yang dipake Ironman gak kunjung habis?
3. Dan, kalo dilihat dari ke-supercanggih-an kostum Ironman, pembuatannya hanya dilakukakan dalam jangka waktu yang relatif singkat banget

Sooo…ini yang yang gw lakukan pada saat nonton Ironman, ngunyah popcorn, bersandar dengan santai, stop questioning hal yang masuk akal and start enjoying the charismatic Mr. Downey Jr. hehehe…

But, sebagai orang yang gak tau sama sekali tentang Ironman, film ini memberikan gambaran yang cukup jelas tentang siapa Tony Stark dan latar belakang pembuatan kostum Ironman, mungkin ini juga yang menyebabkan durasi film ini cukup panjang untuk ukuran film superhero. Karena film pertama Ironman ini lebih condong kearah introduction jadinya masih less of actions. Adegan “berantemnya” masih sedikit, film ini lebih menggambarkan the life of Tony Stark.

For me, nonton Ironman itu seperti menonton Batman dengan suasana yang lebih lively. Kalo Batman cenderung gloomy dan dark, Ironman lebih banyak ”main-mainnya”. Persamaan mendasar antara karakter Ironman dan Batman adalah mereka berdua adalah superhero yang menciptakan sendiri ke-superhero-annya. They build they own tools to protect the world, beda dengan Spiderman atau Hulk yang secara tidak sengaja menjadi superhero.

Overall, I think, all of the casts played well dan buat orang awam kayak gw yang baru mengenal Ironman, Robert Downey Jr. cocok banget berperan sebagai Ironman/Tony Stark.

Last but not least, I recommended to you this film untuk melepas stress dan berandai-andai pastinya enak banget kalo punya kostum Ironman karena gak mungkin kena macet kalo mau berangkat ke kampus atau ke kantor.
See u soon….

Plan to be Suprised

pinky foot path

One of my best buddy said, “Makin deket lulus kuliah, perasaan’… masa depan gw makin abu-abu…makin gak jelas”
It doesn’t mean, temen gw ini kuliahnya ngaco gak jelas dengan nilai amburadul..Nope, she’s totally far from that…
But I’m totally got it what she meant….tau, kan dimana fase “stood on your on feet” sounds lil’ bit scary or maybe boring.
Sebagai orang Indonesia sejati, seorang anak biasanya totally depends with their parents (yaa..walaupun ada beberapa orang yg nggak…) Masih banyak banget, kan orang-orang berusia mid 20’s or even more...still lives in their childhood home with their parents…Indonesia banget, dah….

Well, fase “stood on your own feet”, kalo mnurut analisa gw, nih dimulai pada saat after or almost-graduated moment….Suddenly, hidup yang biasanya tenang-tenang aja, dimana tanggung jawab atas diri lo masih ditanggung “berdua” sama bonyok lo…suddenly taken….di take-over sama realitas “harus cari kerja”
Yaaa..emang gak ada aturan baku, setelah lulus kuliah lo harus kerja..but for me personally, ngapain amat masih muda tapi gak produktif, atau alasen paling standar ngapain capek-capek kuliah tapi ilmunya cuma dibiarin membusuk dalam otak lo, dan ketika lo sadar, everything’s just too late….wasting time and do nothing.

Yaaahhh…walaupun gw juga sering doing nothing, secara gw penganut hardcore filosofi “The Art of Doing Nothing” huehehe…
Gw berada dalam fase itu sekarang, this year I’m gonna graduate from my college (pasti-dan-harus-lulus-tahun-ini-juga)
Tapi ada beberapa kejadian, yang bothering gw banget akhir-akhir ini, atau lebih tepatnya setelah gw menjalani intern…Honestly, that was first time I’ve ever go to work, I’ve never work before, sounds like a spoiled bitch, huh?
Well, jangan salah sangka, my family isn’t financially rich, Bokap gw ee’nya juga bukan duit, kok…gw sama kyak anak-anak kuliah lain yang sering “merasa” ketidakcukupan duit jajan…

Kalo biasanya, college mates gw, pada sibuk cari kerja di sela-sela kuliahnya, I’d rather go out play with my best buddies, watch DVD’s or practicing my fave philosophy “The Art of Doing Nothing”….HUAHAHAHAHA….sounds so hedonism.
Bukaaannnn….bukannya gw gak suka kerja atau pemales..well, maybe it looks like that..but I am just the most laid-back Indonesian..hehehe…orang Indonesia aja emang terkenal nyantai…tapi gw the hardcore ones…huehehehe…..

Even after graduated nanti gw belum kepikiran mau ngapain, find a job? Jalan-jalan? freelancer? Gee…I don’t know, tapi the idea to work in an office kyak waktu gw intern kemaren, it’s kinda freak me out….hehehe.
But, I just feel that actually I’ve already on a right path. Dan kalo lo tanya gimana gw bisa tau bahwa diri gw udah on a right track padahal abis kuliah aja gw belum tau mo ngapain. Well, I had to say that I just KNOW IT, tinggal jalanin aja selangkah demi selangkah ….Maybe I’m not such a planner, but I always had one solid plan in my life: Plan to be Surprised…because I think I don’t want to missed what’s waiting for me in every turn and corner of my path. Life full of surprises, yes indeed and I always love it…

.....So instead of asking our young people,
“What are your plans? What do you plan to do with your life?”
Maybe we should tell them this:
Plan to be Surprised.
(Dan Burns, on Dan in Real Life)